Ada 2 bagian yang menjadi favorit saya dari dialog Jeng Yah atau Dasiyah yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo di film Gadis Kretek.
Yang pertama adalah dialog Dasiyah muda yang mendambakan kebebasan dalam berangan-angan..
"Saat saya berada diantara orang-orang, saya melihat apa yang mereka tidak lihat. Saya melihat kebebasan di hamparan yang luas. Dan saya ingin membawa mimpi itu kemana pun saya melangkah."
"Tapi mimpi saya hanyalah kepingan kecil diantara kehidupan yang luas. Kebebasan yang saya inginkan, tidak bisa saya tentukan sendiri. Dan itu sungguh menakutkan. Dalam dunia nyata, orang-orang hanya melihat bagian diri saya yang mereka ingin lihat. Saya berharap, mereka bisa melihat diri saya yang sesungguhnya. Ada mimpi, cita-cita dan keinginan untuk menjadi sesuatu yang berbeda, dari apa yang sudah digambarkan untuk saya."
Angan - angan Daisyah berbenturan dengan fase - fase dalam perjalanan hidup yang terjadi sedemikian rupa hingga akhirnya pada episode 5, sosok Dasiyah sampai pada state ikhlas.
Bagian favorit kedua saya adalah dialog Jeng Yah yang digumamkan pada saat Arum & Lebas mengunjungi makamnya, disusul dengan adegan Jeng Yah yang sedang meracik saus bertemu kembali dengan Raja di masa muda.
"Kita semua punya titik terendah. Kalau orang menyebutnya luka, saya menyebutnya pelajaran, Sesuatu yang saya jadikan pegangan hidup saya tanpa rasa malu. Mungkin, setelah kita bisa menerima itu semua sebagai bagian dari diri kita, barulah kita bisa melihat ke depan. Karena saya yakin, di depan sana sesuatu yang lebih baik, setia menanti"

Comments
Post a Comment