Keluarga adalah tempat pertama jiwa baru mendapatkan kasih sayang paling luas - beserta luka paling dalam. Konon katanya, darah lebih kental dari air. Tapi jangan lupa bahwa air adalah sumber kehidupan, penyusun darah itu sendiri. Dan tanpa nya, takkan ada darah.
Saya percaya ada yin dan yang pada segala sesuatu. Seperti sebuah hubungan yang paling istimewa, dan dapat pula menjadi paling mengecewakan. Pada perjalanan hidup ada bagian yang manis dan ada yang pahit (kadang campur asam pedas, seperti kuah tom yum hehee). Dan semuanya diperlukan untuk menjadikan perjalanan itu.. sebuah perjalanan.
Pasang surut dalam hubungan antar individu dalam sebuah keluarga terjadi sepanjang usia. Pergolakan masa kecil, remaja dan dewasa, kian besar maka kian kompleks masalahnya. Tentu saja memerlukan gaya komunikasi yang lebih matang. Syukur jika orang tua sudah sampai pada titik tertentu untuk bisa memberi tutur dengan lebih legowo.
Dalam satu cerita anak pertama yang datang pada saya malam ini, intrik antar saudara yang sedang beranjak dewasa pun ternyata tak kalah rumit. Saya jadi berpikir, mungkin sejatinya kakak beradik bukan seperti istilah "peas in the same pod" karena tidak seluruhnya memiliki pemahaman tertentu - yang sama - pada satu waktu. Dibanding itu saya lebih suka mengumpamakan hubungan antar saudara itu seperti... "bananas in one bunch". Dari sebuah tandan yang sama, tapi tak semua matang bersamaan, besaran dimensinya pun tak sama.. kendati itu, akan ranum pada waktunya, silih berganti.
Pada anak-anak yang lahir dalam keluarga yang, mungkin tak utuh, saya harap mereka tidak kekurangan kasih sayang sepanjang hidupnya.
Pada anak-anak yang bunga mataharinya telah layu lebih dulu, saya harap mereka bertemu dengan bunga lain yang sama hangatnya.
Pada anak-anak yang berkelimpahan, saya harap mereka bisa membagi kasih dengan baik ke sekitarnya.
Kalau memang betul kata seorang kawan, 'pada akhirnya ujian hidup akhir manusia adalah tentang menjalani hubungan dengan sesama', semoga kita selalu ingat bahwa kita berasal dari 1 sumber energi yang sama. Seperti sebuah ajaran Hindu : Tat Twam Asi. Tat artinya itu(ia), twam artinya kamu, dan asi artinya adalah; secara harfiah berarti 'itu adalah kau', dan secara filosofis diartikan sebagai aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Aku dan kamu adalah satu, saling terhubung dalam satu ikatan. Maka penting untuk Eling, bahwa yang ada di hadapan kita adalah sebagian dari diri. Eling untuk tidak saling menyakiti.
P.
***
untuk di dengar kembali :
Hometown - Lala Karmela
Hymne Tattwam Asi - Nyanyian Dharma
Gala Bunga Matahari - Sal Priadi
Comments
Post a Comment