Topik
ini menggelitik, tertarik juga waktu join lho kok si empunya materi ternyata
bernama bali? Ok i need go get the modul and certificate.
SNI : Standar Nasional Indonesia
SNI
ini satu2nya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI
dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional
(BSN). Berlakunya 3 tahun. Jadi setiap 3 tahun dilakukan audit/sertifikasi
ulang dari LSPro. SNI ini ga wajib, tapi kalau untuk produk makanan hukumnya
wajib. Daftar produk barang/jasa yang wajib SNI bisa di cek di bit.ly/sniwajib.
Naah logo SNI itu kaya gini nih..
Di dalam SNI ini ada ketentuan,
standar, cara pengujian yang biasanya nyambung ke analisa Quality Control.
Contoh : kadar air maksimal produk Biskuit adalah >5% yang diuji dengan
metode pemanasan oven suhu 130 º C selama 1 jam, ini menurut SNI 2973:2011 (yg
versi updated 2018 kudu beli dulu hiks). Jadi, ga bisa sembarangan pake metode
uji yg lain, karena ga valid hasilnya, gabisa dibandingkan.
Proses sertifikasi SNI Produk
ada 8 tahapan yaitu..
1. Cek SNI nya. Apakah ada SNI
yang terkait?
2. Cari LSPro. Lembaga
sertifikasi produk, ini nanti yg meninjau lapangan. Pastiin lembaganya
sudah terakreditasi oleh KAN.
3. Legalitas. Lengkapi dokumen
yang diperlukan seperti akta notaris, pendaftaran merk dan lain-lain
4. Audit. Perusahaan akan
diaudit oleh LSPro
5. Pengujian. LSPro melakukan
penilaian terhadap proses produksi dan mengambil sample
produk untuk
diuji pada laboratorium
6. Evaluasi
7. Pemberian sertifikat
kesesuaian.
8. Permohonan penerbitan SPPT
SNI (Surat permohonan penggunaan tanda SNI)
Kalo udah semua bisa di cek di
website https://bangbeni.bsn.go.id/ (ikonnya badak biru lucu bgt kiyowo
wkwk)
Terus masuk ke bagian kedua,
ISO 19011 : 2018 tentang Pedoman Sistem Audit
So pasti dibahas dulu ya wak tentang
audit, auditor, auditee blabla, ya untung dulu pernah jd document control
merangkap auditor gmp merangkap auditor auditee bayangan pas mau iso.
AUDIT : proses yang sistematis,
independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya
secara okjektif sampai sejauh mana kriteria audit dipenui (ISO 19011:2018, ref
3.1)
AUDITOR : orang yang melakukan audit
AUDITEE : orang yang diaudit
AUDIT itu harus SISTEMATIS,
INDEPENDEN, TERDOKUMENTASI (keywords gengs)
Kalo mau ngaudit, harus
tentuin time, person dan goals yang tepat biar tujuan audit terlaksana dgn
jelas.Terus ada beberapa tipe audit kaya 1st untuk audit internal, 2nd untuk
audit supplier/vendor, 3rd untuk audit oleh pemerintah, kaya sertfikasi atau
akreditasi
Nah, AUDITOR harus punya yang
namanya KNOWLEDGE, SKILL, ATTITUDE. kalo salah satu aja gapunya they need to
develop theirselves dulu biar ga ngangngong di depan auditee. Terus,
pendekatannya harus berbasis risiko (risk based) thats why RISK ASSESSMENT
diperluin (nangis, harusnya dulu dengerin yg baik pas di OT huhu)
Trus stepstep menuju audit
sederhananya gini
1. Perencanaan Program Audit
Jadi direncanain dulu misal mau audit internal setahun 2 kali, bulan jan
sama juli, crossnya div apa ke div
apa, tujuannya apa, nanti tim nya siapa aja. Intinya di PA harus ada informasi
ini :
• Tujuan
audit
• Identifikasi
Resiko dan Peluang (NEW di versi 2018)
• Ruang
lingkup audit
• Jadwal
audit
• Tipe
audit
• Kriteria
audit
• Metode
audit
• Kriteria
pemilihan anggota tim audit (pastiin udah pernah ditraining yg berkaitan)
• Dokumen
informasi terkait (pastiin sop, wi lengkap)
Terus ada cara menghitung waktu audit (mandays) gitu tapi mumet wkwk.
2. Pelaksanaan Audit (DO)
Nah ini harus pake prinsip PLOR (Problem, Location, Objective,
Reference) untuk semua bukti/evidence temuan auditnya.
Temuan audit ada 3 : Major (ga sesuai std, sistem gagal), Minor
(inkonsisten), Observasi (ada potensi ketidaksesuaian). Tapi kalo di food, yg
terbaru ada poin Critical untuk ketidaksesuaian yang berakibat fatal/kematian
atau jika basic condition (PRP)nya ga sesuai. Misal pabrik gula pasir, di gula
nya ada kecoa, uda gabisa ditangani dgn proses selanjutnya. Gitu.
Kalo mau tanya ke auditee bisa pake teknik tanya terbuka (biarin auditee
jelasin jobdesk/sesuatu), detail (kita pancing 1 jobdesc/case, trs dia jelasin)
atau tertutup (jawab ya/tidak). Tergantung waktu auditnya terbatas berapa lama.
Terus biasanya ada checklist poin audit yg ngebantu biar proses audit
sistematis, fokus, gaada yg kelewat, tapi kadang emg bikin prosesnya jd kaku
dan ga berkembang. Ya ini kalo awal2 penerapan pasti emg based on checklist krn
baik auditor maupun auditee sama-sama belajar ranahnya, tapi lama-lama seiring
jam terbang pasti bisa kok!
3. Penutup Audit
Isinya ya closing bersama auditee utk nyepakatin hasil temuan hari ini
4. Pengecekan Audit
Misalnya ada temuan, kan uda dikasih batas waktu closing, itu perlu
pengecekan lanjutan apakah udah closed atau blm penyelesaian temuan auditnya
5. Pelaksaan Audit Tindak Lanjut
Ini tergantung case. Misalnya case Operator ga cleaning ball mill setiap
hari, maka dikasih training sm manager produksi, nanti kan closenya berupa
bukti foto dan absen, selain itu juga di cek apakah setelah training itu di
tanggal2 selanjutnya cleaning ball mill uda dilakuin tiap hari (cek lapangnya,
cek dokumen checklist cleaning ballmill)
------ fin ------
Adds on, lebih mudah hilangkan akar
penyebab daripada gejala. Makanya, cari akar penyebabnya, selesaikan, baru kita
bereskan akibatnya :)
Held by Expert Club Indonesia
Delivered by : Nyoman Pujiani (u go
lady)
👏👏👏👏
ReplyDeletehehee
Delete